0812 9695 1583 wipprayoga@yahoo.com

Pendatang baru di kancah mobil listrik di Indonesia, GAC Aion, memulai kiprah mereka dengan mendatangkan model Y Plus di Tanah Air. Merek asal China ini bersaing ketat di liga model SUV listrik berkapasitas lima penumpang. Harganya di kisaran Rp 400 jutaan dengan rentang jarak tempuh 400-an kilometer.

Model Y Plus adalah model pertama yang meluncur di Indonesia dari grup otomotif China, Ghuangzhou Automobile Group. Grup ini bekerja sama dengan Indomobil Group di rantai niaga di Indonesia, mulai dari manufaktur, penjualan, hingga peningkatan ekosistem energi.

Peluncuran resmi model Y Plus ini dilakukan pada 19 Juni 2024 di salah satu hotel mentereng di Jakarta Pusat. Dalam acara glamor itu diumumkan, model Y Plus hadir dalam dua varian berdasarkan rentang jarak tempuh baterainya. Varian Premium dibanderol dengan harga Rp 475 juta yang bisa menempuh jarak 490 kilometer, sedangkan varian Exclusive harganya Rp 415 juta dengan jarak tempuh 410 kilometer.

Mobil ini berada di ceruk yang sama dengan beberapa mobil lainnya yang sudah lebih dulu mengaspal di dalam negeri. Beberapa rival terdekat berdasarkan harga dan jarak tempuhnya, antara lain, adalah Chery Omoda E5, Wuling Cloud EV, MG ZS EV, dan BYD Atto 3.

Aion Y Plus mendatangi sejumlah mal di kawasan Jabodetabek. Pengunjung dapat melihat langsung sosok mobil ini di Bintaro Jaya Xchange Mall, Central Market Pantai Indah Kapuk, Summarecon Mall Bekasi, dan Trans Studio Mall Cibubur.

Memasarkan produk di pusat perbelanjaan adalah perpanjangan dari tujuh diler yang selain melayani penjualan juga siap dengan layanan purnajual. Ketujuh diler itu berlokasi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bekasi, Depok, dan Bandung. Mereka menargetkan memiliki setidaknya 30 diler di berbagai wilayah pada tahun ini dan menjadi 70 titik di tahun depan.

Sasaran pasar Y Plus, kata Andry, adalah keluarga muda. Pada acara peluncurannya, ditampilkan model sepasang laki-laki dan perempuan bersama dua anak kecil menaiki mobil tersebut. Warna hijau telur asin dan tembaga adalah warna unggulan mobil ini, seperti yang dipamerkan di panggung.

Karakter unik model Y Plus terletak pada bentuk lampu depannya. Lampu itu terdiri dari satu garis panjang di bagian paling atas dan enam garis pendek di bawahnya. Jika dilihat seacra frontal, konfigurasi lampu kiri dan kanan terlihat seperti sayap mengepak.

Citra modern

Model yang tak umum ini bisa diinterpretasikan berbeda. Ada yang bisa suka, ada yang tidak. Meski begitu, desain ini tergolong modern yang lekat dengan selera kaum muda di Indonesia. Desain lampu belakangnya lebih ”main aman” dengan bentuk garis memanjang selebar bodi.

Kesan modern juga terlihat dari sisi samping. Lengkung roda depan dan belakang dinaungi cangkang berwarna perak. Pelek berdiameter 18 inci menggunakan palang lima berbahan aluminium. Terlihat pula gagang pintu depan dan belakang menyatu dengan bodi sehingga menimbulkan kesan ringkas.

Bagian interior Y Plus makin memancarkan nuansa modern. Sisi dasbornya terlihat minimalis dengan pengurangan tombol atau kenop fisik. Segala pengaturan sistem dan hiburan terpusat di layar besar dengan sistem sentuh dan geser. Semoga ini tidak merepotkan pengemudi saat berkendara karena fungsi sederhana, seperti pengaturan suhu AC atau volume audio, harus mengalihkan pandangan ke layar tengah.

Ruang kabin Y Plus menjadi poin keunggulan tersendiri. Dengan panjang wheelbase (jarak antara roda depan dan belakang) mencapai 2,75 meter, kelegaan terasa ketika duduk di baris belakang. Ruang penumpang belakang disebut mencapai 1,02 meter. Jok baris depan bisa direntangkan sampai betul-betul rata. Pengguna mobil jadi bisa selonjoran ketika beristirahat di perjalanan. Bahkan, pada saat peluncuran, dipertunjukkan bahwa pengguna bisa memakai kasur tiup dengan landasan konfigurasi jok depan terbuka rata.

Baterai ini dilengkapi magasin yang bisa menahan panas hingga 1.400 derajat celsius. Terdapat sistem pendingin yang bisa terus-menerus mengontrol suhu baterai. Pelindung baterai ini disebut-sebut telah diuji coba dengan tembakan peluru. Hasilnya, peluru tidak bisa menembus ke baterai, dan panasnya diredam sistem pendingin.

Varian Premium, menggunakan baterai berkapasitas 63,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 490 kilometer. Jika diisi penuh di Jakarta, pengguna bisa pakai mobil ke Bandung, lalu pulang lagi ke Jakarta tanpa mengisi baterai lagi di perjalanan. Colokan pengisi daya baterai menggunakan model CCS2 yang lebih jamak dipakai di stasiun pengisian publik. Pemilik juga diberikan pengisi daya rumahan berarus bolak-balik.

Selain keunggulan tersebut, mobil ini juga dibekali perangkat kecerdasan berkendara, seperti pengendali laju adaptif, asistensi laju di kemacetan, rem darurat otomatis, peringatan tabrakan depan, hingga penyelarasan lajur mengikuti marka jalan. Selain itu, mobil juga bisa dioperasikan dengan mode satu pedal yang bisa mengisi daya baterai ketika mengurangi kecepatan.

Berbekal keunggulan dan harga itu, Ocean Ma, President GAC Aion South East Asia, optimistis publik Indonesia bisa menerima mobil ini. Dia menyebutkan, Aion akan makin kompetitif setelah dirakit di Indonesia mulai kuartal keempat tahun ini. Saat ini, mereka sedang menyiapkan pabrik di daerah Cikampek, Jawa Barat. Pabrik ini diproyeksikan menyuplai produk Aion di kawasan Asia Tenggara.

Aion Indonesia akan mengikuti pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 18-28 Juli mendatang di ICE BSD, Tangerang, Banten. Respons pengunjung akan menjadi pijakan langkah mereka berikutnya. Apa pun responsnya, GAC AION menjanjikan akan mendatangkan tiga model baru di tahun depan.

Sumber: kompas.id